Ketika Hati di Anggap Layang Layang

9:01 PM PUBG MOBILE INDONESIA 0 Comments

Kadang untuk bisa deket dengan seseorang, kita harus bisa buka hati.
Namun menyakitkan saat orang yang diharapkan untuk masuk, hanya datang lalu pergi, dan tak pernah tinggal.


Menunggu. Adalah hal yang paling sering orang lakukan saat hal lain tak mungkin bisa dilakukan. Hanya sekedar ngasih kabar, misalnya.

Ada salah satu quotes yang mengatakan,
Cinta itu saling bukan paling.
Cinta harusnya saling memudahkan, bukan saling menyulitkan.
Cinta harusnya saling mengisi, bukan saling gengsi.

Tapi yang seringkali terjadi malah sebaliknya.

Entah sudah berapa kali layangan hati ini ditarik ulur.
Kayak yang dibilang Raditya Dika : 

Orang2 kalau PDKT sering tarik ulur kayak main layangan, tapi sebagian besar lupa kalau keseringan tarik ulur layangannya bisa putus.. "


Dan ibarat layangan, mungkin sekarang ini hati udah putus dan tak pernah tahu kemana arah perginya. Hanya angin yang menerbangkannya. Sampai pada akhirnya mungkin akan ditemukan, diperbaiki kemudian diterbangkan lagi. Atau mungkin malah nyangkut di pohon dan terabaikan. Rapuh dan patah.

Mungkin ada banyak kesamaan dari kita, namun semua berujung pada perbedaan.

Kita sama-sama jatuh, tapi tidak pada cinta yang sama.

Kita sama-sama rindu, tapi tidak pada orang yang sama. Aku merindukanmu, namun kamu merindukan entah siapa yang bukan aku.

Kita sama-sama bermimpi. Namun mimpi kita tak pernah sama.

Kita sama-sama punya harapan. Tapi tak pernah digantung di hati yang sama.
Harapan ini mungkin tak berbalas.

Ada sedikit lelah kurasakan disini. Saat yang ditunggu tak kunjung datang. Saat hati tak mampu lagi menunggu.

Ada sedikit jenuh disini. Saat peduliku tak pernah dihargai. Saat hati tak lagi bisa untuk bertahan.



Sampai pada akhirnya aku sadar, aku telah menggantungkan harapanku pada hati yang salah. Ya. Terlalu berharap sama kamu itu salah. 
Entah selama ini kamu menganggapku apa. Mungkin hanya teman yang bisa menemani waktumu saat kau butuh sosok untuk sekedar kau sapa lewat pesan. Sosok yang bisa menemani waktu sendirimu. Entahlah.





Mungkin yang aku harus lakukan saat ini bukanlah untuk menunggu. Terlalu banyak waktu yang terbuang percuma hanya untuk menunggu sesuatu yang tak pernah pasti. 



Menjauh. Inilah hal yang paling tepat saat semua cerita tak lagi didengar. Saat sebuah kehadiran tak pernah dianggap ada. Dan saat kepedulian tak pernah lagi dihargai.
Entah pada akhirnya nanti kamu akan sadar, bahwa aku ada.
Atau mungkin malah tak pernah lagi kamu ingat.
Namun setidaknya aku memilih pilihan yang paling tepat.
Berhenti menunggu, menjauh dan berhenti memikirkanmu.

You Might Also Like

0 comments: